Selasa, 19 Desember 2017


Like dan koment disini ya 😊😊
⬇⬇⬇⬇
https://www.instagram.com/p/Bc23oEXF_sN/
⬆⬆⬆⬆

Rabu, 29 November 2017

Fenomena dan Profesional PR


Fenomena public relation sangat besar pengaruhnya dalam perusahaan atau organsasi, maka dari itu perlu diperhatikan dan dipersiapkan tantangan yang akan dihadapi oleh seorang PR. Berikut penulis akan sedikit menjabarkan sedikit tentang fenomena-fenomena dalam ruang lingkup Public Relation. Dalam kurun waktu terakhir ini terdapat serangkaian fenomena yang turut mempengaruhi aktivitas kehumasan.
Pertama  adalah fenomena  yang muncul karena arus globalisasi. Fenomena globalisasi terjadi sebagai sebuah perkembangan dari perjalanan peradaban umat manusia, dipicu oleh kemajuan teknologi komunikasi.  Berbagai kendala  yang timbul karena persoalan  jarak suatu tempat dengan yang  lainnya, atau masalah waktu  yang dibutuhkan untuk membuat suatu kegiatan,  dalam era globalisasi hal itu menjadi sesuatu yang tidak signifikan lagi. Sisi lain pula, penguasaan informasi pun menjadi sebuah kata kunci yang turut mendorong persaingan dalam era globalisasi. Siapa yang menguasai informasi, ia akan menang dalam persaingan. Mau tidak mau, praktisi Humas harus memahami fenomena ini sebagai sesuatu yang sangat mempengaruhi aktivitasnya.
Kedua, perubahan sistem politik. Di Indonesia, sistem politik kian demokratis. Hal ini ditandai oleh begitu banyak hal yang terjadi dalam sistem perpolitikan kita, membawa pengaruh yang sangat besar bagi aktivitas kehumasan.
Ketiga, fenomena yang muncul karena perubahan dalam sistem media massa. Media massa  termasuk organisasi kewartawanan yang mengalami perubahan sangat signifikan sejak digulirkannya UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Undang-undang ini  telah memungkinkan  media massa tumbuh semakin bebas, bahkan sangat pesat dan  tanpa intervensi Pemerintah. Selain itu  profesi journalist pun mengalami kebebasan yang sangat luar biasa yang cenderung berbeda dengan yang terjadi pada era Orde Baru. Organisasi kewartawanan makin bermuculan selain PWI, misalkan: AJI, IJTI, PFI,  dan sebagainya. Fenomena ini pun mendorong Humas harus mampu membuat pemetaan terhadap berbagai media yang ada serta harus mampu menjalin relasi dengan berbagai jurnalis pada setiap media.
Keempat, adalah fenomena perkembangan sosial media dengan arus informasi yang digulirkannya. Fenomena ini memaksa para praktisi Humas untuk mampu memantau arus opini publik yang mungkin tidak mencuat pada media konvensional.  Banyak informasi yang sangat penting dan bahkan mungkin lebih faktual untuk kehidupan suatu organisasi,  justru muncul dan berkembang melalui media sosial.
Kelima, fenomena kebebasan informasi. Bahwa dengan diberlakukannya UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) maka begitu banyak hal yang harus dirubah dalam kaitan dengan pengelolaan badan publik  atau organisasi. Para Humas yang bekerja dalam berbagai badan publik dituntut  untuk tidak BOLEH  menutup informasi kepada masyarakat. Betapa tidak, menurut UU itu, semua informasi publik harus dibuka  kecuali yang ditutup/dikecualikan berdasarkan ketentuan UU KIP.  Hal ini tentu menuntut para praktisi Humas harus mampu menyampaikan informasi itu kepada seluruh anggota masyarakat.

Profesional PR

a)      Memiliki  skill dan kemampuan, Kemampuan ini bisa dimiliki oleh seorang PR ketika mereka masih menempuh study, atau bahkan bisa dimiliki dari hasil pengalaman-pengalaman seblumnya yang sudah pernah diterapkan.
  •           Mempunyai kode etik, Mempunyai kode etik merupakan standar moral bagi setiap profesi, baik profesi formal, tertulis dan normative.
  •       Memiliki tanggung jawab profesi dan integritas pribadi yang tinggi, Seorang PR profesional seharusnya memiliki integritas pribadi yang tinggi. Baik terhadap dirinya sendiri sebagai pekerja PR/Humas, maupun terhadap publik, pimpinan, organisasi perusahaan, dan juga penggunanaan media massa, sehingga bisa menjaga nama baik perusahaan.
  •        Memiliki jiwa pengabdian kepada public atau masyarakat, Seorang PR yang profesional akan mampu mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat atau publiknya. Di dalam hal ini, PR lebih mengutamakan kepentingan publik/masyarakat dibandingkan dengan kepentingan dirinya sendiri. Setiap krputusan yang diambil oleh seorang PR merupakan keputusan yang kegunaannya untuk keperluan publik/masyarakat, bangsa, bahkan negara.

Seorang public relations (PR) mengemban tugas utama untuk meningkatkan reputasi perusahaan. Untuk itu, PR harus mampu menyajikan citra sebuah perusahaan kepada publik atau masyarakat dalam gambaran yang terbaik. Percaya diri adalah kunci utama menjadi PR yang profesional. Bagaimana bisa membawa citra baik perusahaan ke publik kalau kita sendiri merasa ragu dengan kemampuan diri dan perusahaan yang dinaungi. Kepercayaan diri akan membuat kita jadi orang yang siap menghadapi segala kemungkinan, dari yang terbaik maupun terburuk.

Refrensi ;

https://wolipop.detik.com/read/2012/08/31/114032/2004192/1133/2/7-tips-menjadi-public-relations-profesional#picmp

Profil,Macam-macam dan Pola Komunikasi PR


Pengertian Profil
Identitas dari individu atau organisasi yang memberikan informasi kepada yang membutuhkan, dengan  maksud untuk mengenali, memahami, dan  mempelajari individu atau organisasi tersebut.
Profil Humas dapat berupa:
  •         Humas yang Melembaga/In-House PR, Organisasi humas dalam perusahaan diistilahkan sebagai humas yang melembaga/state of being. Sebagai bidang yang melembaga, berarti memiliki seseorang yang memimpin, memiliki staf, dan memiliki ruang/tempat dan sarana/prasarana pendukungnya. Jabatan-jabatan yang ada dalam bagian humas memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas. Pengorganisasian di sini adalah tentang struktur, wewenang, tugas, dan tanggung jawab. Humas yang melembaga lebih dikenal dengan istilah bagian/departemen/divisi humas/PR communication.
  •       Humas Agency/Ekstern PR, Ekstern PR adalah sebuah lembaga/perusahaan independen yang berbadan hukum dan bergerak dalam layanan dibidang humas. PR ekstern meliputi:

ü  PR Full Service, Sebuah perusahaan tersendiri yang bergerak dalam bisnis pelayanan kehumasan, meliputi kegiatan konseling dan sekaligus pelayanan konsultasi dan pelayanan yang mereka berikan kepada klien (perseorangan/perusahaan PR tersebut).
ü  PR Consultant, Yaitu perusahaan PR yang bergerak dalam Layanan konsultasi kehumasan. Pelayanan kosultan yang diberikan tergantung dari kompetensi yang dimiliki para konsultannya.
  •       Event Organizer, Event Organizer adalah perusahaan yang melayani jasa sebagai pelaksana sebuah event/kegiatan yang berhubungan dengan publik. Perusahaan ini cenderung spesialis, misalnya:

·      Launching product
·      Pameran/ exhibition
·      Pertemuan-pertemuan (seminar, lokakarya, konvensi, konferensi)
·      Jumpa pers/press conference, press tour, dan sebagainya
·      Show dan kontes-kontes
Profil Petugas Humas
Memang tidak mudah menggambarkan profil petugas humas, namun dari beberapa referensi disebutkan enam criteria yang merangkum kualitas seseorang praktisi humas yang baik,meliputi hal-hal berikut ini.
  •  Mampu menghadapi semua orang yang memiliki aneka ragam karakter dengan baik.
  • Mampu berkomunikasi dengan baik, menjelaskan segala sesuatu dengan jelas dan lugas, baik lisan maupun tertulis,atau bahkan secara visual.
  • Mampu mengorganisir segala sesuatu, termasuk dalam perencanaan prima.
  • Memiliki integritas personal,baik dalam profesi maupun kehidupan pribadi.
  • Mempunyai imajinasi.
  • Serba tahu, dalam hal ini adalah akses informasi yang seluas-luasnya.

Macam-Macam PR/Humas
Humas Pemerintah
Adalah humas yang dibentuk dengan tujuan untuk mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakan pemerintah. Humas pemerintah pada dasarnya tidak bersifat politis. Tugas pemerintah memang sangat berat, sebab masyarakat yang dihadapi terdiri dari berbagai publik dengan kepentingan yang sangat komplek pula. Hal ini memang tidak lepas dari “karakteristik” yang meletak dalam setiap program/kegiatan pemerintah, antara lain sebagai berikut:
a.       Program pemerintah ditunjuk untuk masyarakat luas. Dengan berbagai latar belakang, karakter, ekonomi, pendidikan (intelejensi) yang beragam.
b.      Sering kali hasilnya abstrak, yang sulit dilihat dalam waktu dekat, bahkan dalam jangka yang panjang sekalipun, karena sifatnya yang integral (tidak terpisahkan) dan berkesinambungan.
c.       Program pemerintah selalu mendapat controlling/pengawasan dari berbagai kalangan terutama pers, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan sebagainya.
Kebanyakan humas pemerintah diarahkan untuk hubungan dengan media, masalah umum, dokumentasi dan publikasi. Sementara itu, kegiatan-kegiatan yang biasanya ditangani oleh humas antara lain adalah konferensi pers, membuat pers release, press clipping, pameran-pameran, penerbitan media interen, mengorganisir pertemuan dengan masyarakat, penerangan melalui berbagai media komunikasi bagi masyarakat, mendokumentasi berbagai kegiatan instansi, mengorganisir kunjungan-kunjungan para pejabat, menerima keluhan masyarakat/publik.
Humas Industri dan Bisnis
Adalah humas yang dibentuk dalam industri dan bisnis yang skalanya besar dengan tujuan untuk menjaring masyarakat dalam hal target marketing maupun pengaruh kebijakan perusahaan. Masyarakat dapat digunakan oleh industri untuk mempengaruhi legislative, pengesahan undang-undang atau peraturan, usaha-usaha lobi masyarakat, liputan pers, komentar editorial, surat pembaca ataupun dalam usaha pemberitahuan kepada cabang-cabang perusahaan. Beberapa penerapan humas dalam industri dan bisnis meliputi; hubungan dengan pelanggan dan peran humas terhadap marketing yang pada akhirnya melahirkan peraturan marketing, hubungan pemegang saham, hubungan dengan karyawan, hubungan dengan pers, bantuan untuk merekrut pegawai baru, hubungan dengan komunitas, hubungan antar perusahaan/organisasi lain, hubungan dengan pemerintahan (legeslatif dan eksekutif).
Humas Sosial
Adalah humas yang dibentuk pada organisasi-organisasi sosial. Seperti :
                                                              i.      Humas Penegak Hukum, humas yang berada dalam kepolisian. Penegak hukum perlu mendengarkan dan tanggap terhadap kepentingan umum supaya mereka dapat membantu masyarakat dengan baik.
                                                            ii.      Humas Organisasi Keagamaan. Organisasi-organisasi keagamaan sekarang mulai menyadari pentingnya media masa untuk mencapai para jamaah dari mempropagandakan doktrin-doktrin mereka.
                                                          iii.      Humas Profesi, humas yang berkaitan erat dengan profesi seseorang. Seperti profesi kedokteran, profesi pengacara, profesi wartawan, profesi artis dan sebagainya.
                                                          iv.      Humas Organisasi Sukarela
Ada banyak organisasi sukarela, puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan, dan kebanyakan mereka membutuhkan dana terus menerus. Sehingga dapat dikatakan pencarian dana merupakan tujuan pokok dari organisasi ini, dana ini nantinya untuk membiayai kerja sosial, kesejahteraan masyarakat, dan hal-hal lainnya. Menerbitkan majalah internal, surat edaran, selebaran-selebaran, publikasi, kop surat, dan sebagainya. Citra organisasi sosial sangat penting bagi kesuksesan baik dalam menarik dana bantuan ataupun menjamin kerjasama dari para pekerja sukarela. Disitulah perlunya organisasi sukarela memerlukan nasehat ahli humas dan menggunakan pendekatan kehumasan.
Humas Organisasi Internasional
Lahirnya humas internasional disebabkan oleh adanya perubahan sangat cepat di dalam segala bidang, misalnya perkembangan bidang pariwisata, bidang komunikasi, transportasi, tukar menukar dibidang pendidikan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, timbulnya masalah internasional, dalam bidang ekonomi, politik dan sebagainya. Petugas humas akan di rekrut dari berbagai negara untuk menghindari bias (penyimpangan). Media yang biasa digunakan adalah pers, film, konferensi,study group, dan sebagainya. Jelas bahwa aktivitas humas tidak dapat dibatasi oleh batasan-batasan Negara.
Pola Komunikasi
Pola komunikasi adalah bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam proses pengriman dan penerimaan pesan yang mengaitkan dua komponen, yaitu gambaran atau rencana yang meliputi langkah-langkah pada suatu aktifitas, dengan komponen-komponen yang merupakan bagian penting atas terjadinya hubungan komunikasi antar manusia atau kelompok dan organisasi. Pola komunikasi adalah bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam proses mengkaitkan dua komponen yaitu gambaran atau rencana yang menjadi langkah – langkah pada suatu aktifitas dengan komponen – komponen yang merupakan bagian penting atas terjadinya hubungan antar organisasi ataupun juga manusia
Selain itu ada pula beberapa macam pola komunikasi yaitu :
a)  Pola Komunikasi Primer
Pola komunikasi primer merupakan suatu proses penyampaian oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan suatu simbol sebagai media atau saluran. Dalam pola ini terbagi menjadi dua lambang verbal dan nirverbal. Lambang verbal yaitu bahasa, yang paling sering digunakan karena bahasa mampu mengungkapkan pikiran komunikator. Sedangkan lambang nirverbal yaitu lambang yang di gunakan dalam berkomunikasi yang bukan bahasa, namun merupakan isyarat dengan menggunakan anggota tubuh antara lain seperti : kepala, mata, bibir, tangan dan sebagainya.
b)  Pola Komunikasi Sekunder
Pola komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang pada media pertama. Komunikator yang menggunakan media kedua ini karena yang menjadi sasaran komunikasi yang jauh tempatnya, atau banyak jumlahnya. Dalam proses komunikasi secara sekunder ini semakin lama akan semakin efektif dan efisien, karena didukung oleh teknologi informasi yang semakin canggih.
c)   Pola Komunikasi Linear
Linear di sini mengandung makna lurus yang berarti perjalanan dari satu titik ketitik yang lain secara lurus, yang berarti penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal. Jadi, dalam proses komunikasi ini biasanya terjadi dalam komunikasi tatap muka (face to face), tetapi juga adakalanya komunikasi bermedia. Dalam proses komunikasi ini, pesan yang disampaikan akan efektif apabila ada perencanaan sebelum melaksanakan komunikasi.
d)   Pola Komunikasi Sirkular
Sirkular secara harfiah berati bulat, bundar, atau keliling. Dalam proses sirkular itu terjadinya feedback atau umpan balik, yaitu terjadinya arus dari komunikan kekomunikator, sebagai penentu utama keberhasilan komunikasi. Dalam pola komunikasi seperti ini, proses komunikasi berjalan terus yaitu adanya umpan balik antara komunikator dan komunikan.

Refrensi;

http://dylaaerchy.blogspot.co.id/2016/04/macam-macam-humas.html

Media Public Relation

Media PR merupakan suatu usaha untuk mempublikasikan atau mengenalkan organisasi atau perusahaan dengan awak media, baik media masa maupun media cetak, atau pun media online yang sedang membuming saat ini. Media PR       bertujuan agar suatu oranisasi atau perusahaan tersebut bisa dikenal dan diakui oleh publik. Berikut pengertian media PR menurut beberapa ahli ;
  • Mengutip definisi PRSSA, Stanley J Baran 92004, 361) Mendefinisikan media relation “ sebagai The Public Relation Profesional Maintain Good relation with professional in the media understand their deadlines and other restrains, and earn their trust
  • Philip Lesley (1991: 7 memberikan Definisi media relation sebagai hubungan dg media komunikasi untuk melakukan publisitas atau mersepon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi.
  • Yosal Iriantara (2005:32) mengartikan media relation merupakan bagian dari public relation eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan public untuk mencapai tujuan organisasi.

Media Humas (PR Media) adalah segala bentuk media (sarana/saluran/channel) yang digunakan praktisi humas dalam pekerjaannya dengan tujuan publikasi yang luas agar produk atau jasa yang humas pasarkan lebih dikenal oleh masyarakat. Media humas bersifat lebih kepada publikasi dan komunikasi. Media komunikasi yang penting digunakan humas adalah dalam kemitraannya dengan media pers (cetak atau elektronik) --dikenal dengan media relations (hubungan media) atau press relations (hubungan pers).
Tujuan Penggunaan Media Dalam PR

  •        Membantu mempromosikan dan menigkatkan penjualan produk dan jasa
  •        Menjalin komunikasi berkesinambungan
  •        Meningkatkan kepercayaan public
  •        Meningkatkan citra baik perusahaan/ organisasi
Tujuan Media Relation
Bila suatu perusahaan menjalankan program media relation, pada umumnya adalah perusahaan yg sangat membutuhkan dukungan media massa dalam pencapaian tujuan organisasi, cecara rinci tujuan media relation menurut Rachmadi dan Diah Wardani :

  •        Untuk memperoleh publisitas seluas mungkin mengenai kegiatan serta lembaga
  •        Untuk memperoleh tempat dalam pemberitaan media
  •        Untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat mengenai upaya dan kegiatan organisasi
  •        Mewujudkan hubungan yg stabil dan berkelanjutan yg dilandasi oleh saling percaya.


Manfaat Media Relation
Hubungan yg tercipta baik antara organisasi dg media yg diwakili oleh praktisi PR diharapkan akan lebih positif, sehingga akan terlihat manfaat dari adanya media relations, Yaitu:

  •            Membngun pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab organisasi dan media massa
  •    Membangun kepercayaan timbal balik dengan prinsip saling menghormati, menghargai,  kejujuran serta kepercayaan
  •           Penyampaian informasi yg akurat, jujur dan mampu memberikan pencerahan bagi public.
Pada saat ini media memiliki peran dalam menyampaikan berita fakta atupun sebagai penyebar informasi dari berbagai pihak yang berkepentingan. Disinilah peran media harus jelas dan berimbang, disatu sisi media berperan sebagai jembatan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, sebaliknya disisi lain media juga berperan menyebarkan suatu informasi tertentu untuk kepentingan pihak tertentu kepada masyarakat. Pada jaman sekarang telah berkembang pesat berbagai macam jenis media massa. Mulai dari televisi, radio, surat kabar, dan lain sebagainya dapat dimanfaatkan sebagai media di era informasi media untuk saat sekarang. Sehingga media merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Peran media yang sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat akan informasi yang benar adalah hal utama yang harus dilakukan media, dari sinilah asas orang-orang media yang independent, non-partisan, menjunjung kode etik jurnalis dijalankan. Lebih dari pada itu, seorang jurnalis atau wartawan harus memiliki berbagai pengetahuan yang merata di segala bidang, teritama dibidang dimana seorang wartawan ditempatkan. Public Relations dalam suatu organisasi/perusahaan harus menjalin hubungan baik dengan pihak media. Hal ini penting, karena disatu sisi pihak media mendapatkan sumber berita yang berkualitas dengan penjelasan yang detail tanpa harus menganalisis berita, kemudian disisi lain pihak perusahaan mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan diri di media yang bersangkutan. Untuk kedepannya kedua pihak harus terus bekerjasama, karena dengan itulah salah satu alternative dari kedua belah pihak dapat tercapai, yaitu publikasi yang didapatkan perusahaan, khususnya pihak Public Relations untuk menjelaskan secara detail tentang perusahaannya diberbagai media, sedangkan lingkungan media terus mendapatkan tantangan dengan semakin berkembangnya era informasi, sehingga liputan berkualitas yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat dapat dipenuhi.

Refrensi ;

https://dinarjamaudin07.wordpress.com/2014/01/28/media-relations/

Kampanye PR

Kampanye adalah istilah yang sangat sering didengarkan oleh masyarakat kita, bahkan dalam lingkungan masyarakat kata-kata kampanye sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan politik, kampanye pilkada,pilpres dan lain sebagainya. Namun pada kesempatan kali ini penulis akan menjabar tentang kampanye diruang lingkup public relation. Kampanye adalah suatu usaha usaha untuk mengenalkan suatu program dari sebuah organisasi yang melibatkan segala aspek baik internal maupun ekternal.
Definisi objek kampanye PR
kampanye PR dalam arti sempit bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audience) untuk merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate activities ) agar tecipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dengan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan. Dalam arti umum atau luas, kampanye PR tersebut memberikan penerangan terus-menerus serta pengertian dan memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program tertentu melalui proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan terencana untuk mencapai publisitas dan citra yang positif (Ruslan 2002 :p.66)
Dalam peranan atau praktik lapangan PR sehari-hari bahwa kampanye tersebut akan berbeda dengan propaganda. Melakukan kampanye PR disini lebih menitikberatkan untuk membangun suatu saling pengertian dan pemahaman (soft selling) melalui persuasi dari khalayak sasaran. Sedangkan propaganda selain bertujuan untuk mencari pengikut atau dukungan, juga untuk tujuan membangun suatu pengertian dari khalayak sasaran, tetapi lebih menitikberatkan unsur “paksaan” (hard selling) disamping melakukan persuasi. Keduanya sama aktivitasnya dalam penyampaian pesan atau isu melalui proses berkomunikasi dengan menggunakan media massa atau non media massa.
Kampanye Humas biasanya dilakukan untuk berbagai tujuan, misalnya: mensosialisasikan suatu program tertentu, baik yang bersifat sosial, pendidikan, politik, atau pun yang berkaitan dengan misi khusus suatu organisasi. Namun, terlepas dari apapun tujuannya, rangkaian kegiatan dalam kampanye kehumasan, harus melibatkan berbagai tahapan berikut, yakni: analisis situasi, penetapan tujuan dan khalayak, pemilihan media, penentuan anggaran dan pengukuran hasil.
a)      Menurut pakar komunikasi, Rice & Paisley, dikatakan bahwa kampanye tersebut adalah keinginan seseorang untuk mempengaruhi opini individu dan publik, kepercayaan audiensi dengan daya tarik komunikator yang sekaligus komunikatif.
b)      William Albig mendefinisikan komunikasi dalam berkampanye “merupakan proses pengoperan lambang-lambang yang bernama antar individu. “Sesuatu lambang yang sama-sama dimengerti” Pengoperasian pesan (message), tersebut berupa ide, pikiran dan perasaan. Pikiran merupakan gagasan, info, pengetahuan, ilham, dan sebagainya, sedangkan bias berupa perasaan bahagia, sedih, marah, bimbang dan lainnya. (Ruslan : 2002, p.58)
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam beberapa rangkaian kampnye ;
Pertama, adalah analisis situasi. Humas harus mampu mencermati apa masalah yang terjadi dalam kehidupan publik. Misalnya kampanye ‘ketertiban berlalu lintas’, maka pada tahap pertama harus dikemukakan berbagai masalah yang terjadi, berkenaan dengan berbagai pelanggaran lalu lintas; apa penyebabnya dan akibat-akibat yang muncul karena masalah itu. Langkah kedua, penetapan tujuan. Penetapan tujuan kampanye sangat berkaitan dengan pemaparan masalah sehingga harus diarahkanuntuk menjawab persoalan. Setelah menetapkan secara jelas tujuan, maka yangtidak kalah penting adalah menegaskan, siapa yang akan menjadi sasaran darikampanye itu. Karena itu, tahap ketiga dalam kegiatan kampanye adalah menetapkan khalayak. Dalam contoh ketertiban berlalu-lintas, targetnya jelas, yakni pada pihak yang memiliki kepentingan dengan lalu lintas: pengemudi, pemilik kendaraan umum, polisi lalu lintas, para instruktur kursus mengemudi, penjual mobil, pejalan kaki, dan sebagainya. Singkatnya adalah semua pihak yang memiliki kepentingan dengan persoalan ini. Langkah keempat adalah memilih media komunikasi atau penetapan strategi komunikasi kepada khalayak. Humas bisa memilih media konvensional, media sosial atau berbagai jenis media lainnya yang mampu menyebarkan informasi secara efektif kepada target khalayak. Dengan demikian, informasi yang disajikan melalui media dimaksud dapat dipahami dengan baik, dan bisa memberikan pemahaman pada khalayak.
Langkah kelima, penetapan anggaran. Seberapa besar anggaran yang dikeluarkan sangat bertalian dengan seluruh komponen kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Keenam adalah pengukuran hasil. Proses kampanye kehumasan harus dievaluasi dengan menggunakan berbagai cara: misalnya dengan melakukan survey singkat kepada khalayak, melakukan wawancara terhadap pihak yang terlibat, melakukan observasi, atau melalui interpretasi terhadap data statistik yang terkait dengan proses kegiatan yang dilakukan. Melalui proses pelaksanaan kegiatan yang teratur dan konsisten, maka kegiatan kampanye kehumasan itu bisa memberikan manfaat maksimal.

Refrensi ;
https://ahmadrimba.wordpress.com/2010/04/24/konsep-kampanye-public-relations/


Rabu, 22 November 2017

Perencanaan Program PR

Dalam suatu lembaga apapun perencanaan merupakan hal yang mutlak dilakukan agar bisa menargetkan perusahaannya menjadi lebih berkembang dan maju. Dalam pembahsan kali ini penulis akan menjabarkan tentang perencanaa program PR. Dalam menyusun sebuah peencanaan haruslah mengadakan dan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak tertentu agar perencanaan tersebut bisa diaplikasikan dengan baik dan diterima oleh seluruh kalangan masyarakat. Nah disinihlah peran penting seorang PR dalam mengadu kejelian dan insting yang baik untuk bisa lebih mencermati apa saja yang dibutuhkan publik untuk jangka panjang.  Public Relations (PR) bukanlah kegiatan yang sembarangan, justru kegiatan ini membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan untuk menguntungkan pertumbuhan perusahaan/organisasi.
Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa kehidupan perusahaan/organisasi akan bergantung pada opini publik. Oleh karena itu, kegiatan PR harus dilakukan untuk membentuk respon positif dari opini publik tersebut. Untuk melaksanakan kegiatan PR dengan baik, maka diperlukan proses. Mengingat, kegiatan PR tidak hanya mementingkan hasil akhir, namun juga cara yang ditempuh untuk memperoleh hasil akhir tersebut.
Menurut Cutlip dan Center & Broom (2000) perencanaan program PR harus didasarkan kepada analisis lingkungan situasi dan kondisi sebagai berikut :
ü  A searching look backward, yaitu penelusuran masa lampau atau sejarah organisasi untuk menetapkan faktor-faktor yang memegang peranan penting dalam situasi yang sedang terjadi.
ü  A deep look inside, yaitu penelaahan terhadap fakta-fakta dan pendapat yang dipertimbangkan, dipandang dari sudut tujuan organisasi dan kemampuan internal organisasi.
ü  A wide look around, yaitu melihat kecenderungan-kecenderungan yang ada pada berbagai aspek (politik,sosial dan ekonomi ) di sekeliling kita, serta situasi dan kondisi saat ini untuk rencana mendatang.
ü  A long, long looks ahead ( jauh memandang ke depan ) tujuan dan pelaksanaan program organisasi ditentukan berdasarkan misi organisasi yang cukup realistic dan kemudahan dalam mencapai tujuan.
Langkah-langkah kegiatan PR adalah :
·                Menganalisis perilaku umum dan hubungan organisasi terhadap lingkungan.
·          Menentukan dan memahami secara benar perilaku tiap-tiap kelompok terhadap organisasi
·               Menganalisis tingkat opini public, baik intern maupun yang ekstern.
·  Mengantisipasi kecenderungan-kecenderungan, masalah-masalah yang potensial, kebutuhan-kebutuhan dan kesempatan-kesempatan.
·   Merencanakan alat atau cara yang sesuai untuk meningkatkan atau mengubah perilaku kelompok masyarakat sasaran.
·  Menjalankan dan melaksanakan aktivitas-aktivitas sesuai dengan program yang telah direncanakan.

·     Menerima umpan balik untuk dievaluasi, kemudian mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan.
Jadi, Rencana program PR sama pentingnya dengan menciptakan suatu fondasi yang kuat untuk sebuah organisasi/perusahaan. Tanpa didahului oleh rencana maka tidak akan mencapai hasil yang memuaskan. Apabila rencana program sudah disusun, bisa diharapkan akan menghasilkan sesuatu yang diinginkan sesuai dengan perencanaan.
Di dalam sebuah PR merencanakan (planning) merupakan hal yang sangat pentinng. Bagaimana progam kerja di masa mendatang. Program PR harus terorganisasi seperti strategi pemasaran, kampanye iklan atau jadwal produksi. Dalam merencanakan program PR sebaiknya memperhatikan :
v  Penyelaman program PR
Untuk efisiensi organisasi, staf PRO harus memperkirakan banyaknya program dan anggaran untuk tahun depan.
v  Memetakan program PR
Sebaiknya PR membuat timetable perencanaan kegiatan setiap hari.
v  Mengawasi
Cara terbaik mengawasi adalah menggunakan lembaran waktu harian atau mingguan dengan rekaman PRO ( atau konsultan PR) bagaimana ia menghabiskan waktunya.


ü Menilai situasi
Program PR tidak dapat direncanakan tanpa pengetahuan yang lengkap dari situasi, untuk PR merupakan masalah bisnis yang harus diselesaikan. The mirror image adalah bagaimana manajemen berpikir mengenal pihak luar dalam menilai organisasi.
ü Menentukan tujuan
Berdasarkan pada situasi, perintah dari manajemen dan kebutuhan departemen akan dikombinasikan untuk menyajikan tujuan. Kita tidak dapat merencanakan tanpa tujuan dan tanpa tujuan laporan tidak dapat disusun.
ü Memilih media
Memahami dengan seksama media komunikasi adalah aset terpenting bagi professional. Bagian media selalu mengalami secara terus menerus. Media adalah kendaraan komunikasi dan PR karena menghabiskan sebagian besar waktu bekerja dengan media dan materi-materi lain yang dibutuhkan.
ü Menyusun anggaran
Kegiatan menyusun anggaran tidak hanya mengartikan pada pengeluaran dan pengawasan itu juga mengidentifikasi pekerjaan yang harus dikerjakan. Ada tiga prinsip PR, yaitu waktu, material, dan pengeluaran.
ü Menyusun laporan
Laporan dan saran dibutuhkan untuk PRO atau yang direkommendasikan konsultan. Di dalam laporan harus didahului dengan ringkasan, yaitu pernyataan tujuan, ruang lingkup, dan batasan laporan.
ü Penilaian hasil
Ada tiga cara mengevaluasi hasil progam PR, yaitu :
Ø  Observasi dan pengalaman
Beberapa tujuan akan terlihat pencapaiannya. Hal ini adalah cara termdah dan termurah dalam proses evaluasi.
Ø  Umpan balik dan evaluasi
Bertindak dengan cara mengoreksi kesalahan dan menyakinkan bahwa jurnalis dan penyiar akan mendapatkan informasi yang lebih baik pada waktu yang akan datang.
Ø  Penelitian
Teknik penelitian pemasaran dapat digunakan ketika tujuan progam PR adalah untuk mempengaruhi perubahan kesadaran, tingkah laku atau jati diri
Public relation sangat berperan penting dalam aspek koordinasi dan komunikasi dalam suatu perusahaan karena disamping itu juga tugas PR harus bisa menjaga hubungan diantara pihak internal dan pihak ekternalnya. Salain itu juga fungsi PR  adalah sebagai penengah dan pemecah segala persoalan-persoalan diruang lingkup perusahaan tersebut tak hanya diperusahaan dimasyarakat juga harus bisa menjadi penyambung tali silaturahmi yang baik.
Referensi ;
http://teoripublicrelation.blogspot.co.id/2015/12/perencanaan-public-relations.html