Pengertian
Profil
Identitas
dari individu atau organisasi yang memberikan informasi kepada yang
membutuhkan, dengan maksud untuk
mengenali, memahami, dan mempelajari
individu atau organisasi tersebut.
Profil
Humas dapat berupa:
- Humas
yang Melembaga/In-House PR, Organisasi humas dalam perusahaan diistilahkan
sebagai humas yang melembaga/state of being. Sebagai bidang yang melembaga,
berarti memiliki seseorang yang memimpin, memiliki staf, dan memiliki
ruang/tempat dan sarana/prasarana pendukungnya. Jabatan-jabatan yang ada dalam
bagian humas memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas.
Pengorganisasian di sini adalah tentang struktur, wewenang, tugas, dan tanggung
jawab. Humas yang melembaga lebih dikenal dengan istilah
bagian/departemen/divisi humas/PR communication.
- Humas
Agency/Ekstern PR, Ekstern PR adalah sebuah lembaga/perusahaan independen yang
berbadan hukum dan bergerak dalam layanan dibidang humas. PR ekstern meliputi:
ü PR
Full Service, Sebuah perusahaan tersendiri yang
bergerak dalam bisnis pelayanan kehumasan, meliputi kegiatan konseling dan
sekaligus pelayanan konsultasi dan pelayanan yang mereka berikan kepada klien
(perseorangan/perusahaan PR tersebut).
ü PR
Consultant, Yaitu perusahaan PR yang bergerak
dalam Layanan konsultasi kehumasan. Pelayanan kosultan yang diberikan
tergantung dari kompetensi yang dimiliki para konsultannya.
- Event
Organizer, Event Organizer adalah perusahaan yang melayani jasa sebagai
pelaksana sebuah event/kegiatan yang berhubungan dengan publik. Perusahaan ini
cenderung spesialis, misalnya:
· Launching product
· Pameran/ exhibition
· Pertemuan-pertemuan (seminar, lokakarya, konvensi, konferensi)
· Jumpa pers/press conference, press tour, dan sebagainya
· Show dan kontes-kontes
Profil
Petugas Humas
Memang
tidak mudah menggambarkan profil petugas humas, namun dari beberapa referensi
disebutkan enam criteria yang merangkum kualitas seseorang praktisi humas yang
baik,meliputi hal-hal berikut ini.
- Mampu
menghadapi semua orang yang memiliki aneka ragam karakter dengan baik.
- Mampu
berkomunikasi dengan baik, menjelaskan segala sesuatu dengan jelas dan lugas,
baik lisan maupun tertulis,atau bahkan secara visual.
- Mampu
mengorganisir segala sesuatu, termasuk dalam perencanaan prima.
- Memiliki
integritas personal,baik dalam profesi maupun kehidupan pribadi.
- Mempunyai
imajinasi.
- Serba
tahu, dalam hal ini adalah akses informasi yang seluas-luasnya.
Macam-Macam
PR/Humas
Humas
Pemerintah
Adalah
humas yang dibentuk dengan tujuan untuk mempublikasikan atau mempromosikan
kebijakan-kebijakan pemerintah. Humas pemerintah pada dasarnya tidak bersifat
politis. Tugas pemerintah memang sangat berat, sebab masyarakat yang dihadapi
terdiri dari berbagai publik dengan kepentingan yang sangat komplek pula. Hal
ini memang tidak lepas dari “karakteristik” yang meletak dalam setiap
program/kegiatan pemerintah, antara lain sebagai berikut:
a.
Program
pemerintah ditunjuk untuk masyarakat luas. Dengan berbagai latar belakang,
karakter, ekonomi, pendidikan (intelejensi) yang beragam.
b.
Sering
kali hasilnya abstrak, yang sulit dilihat dalam waktu dekat, bahkan dalam
jangka yang panjang sekalipun, karena sifatnya yang integral (tidak
terpisahkan) dan berkesinambungan.
c.
Program
pemerintah selalu mendapat controlling/pengawasan dari berbagai kalangan
terutama pers, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan sebagainya.
Kebanyakan
humas pemerintah diarahkan untuk hubungan dengan media, masalah umum,
dokumentasi dan publikasi. Sementara itu, kegiatan-kegiatan yang biasanya
ditangani oleh humas antara lain adalah konferensi pers, membuat pers release,
press clipping, pameran-pameran, penerbitan media interen, mengorganisir
pertemuan dengan masyarakat, penerangan melalui berbagai media komunikasi bagi
masyarakat, mendokumentasi berbagai kegiatan instansi, mengorganisir
kunjungan-kunjungan para pejabat, menerima keluhan masyarakat/publik.
Humas
Industri dan Bisnis
Adalah
humas yang dibentuk dalam industri dan bisnis yang skalanya besar dengan tujuan
untuk menjaring masyarakat dalam hal target marketing maupun pengaruh kebijakan
perusahaan. Masyarakat dapat digunakan oleh industri untuk mempengaruhi
legislative, pengesahan undang-undang atau peraturan, usaha-usaha lobi
masyarakat, liputan pers, komentar editorial, surat pembaca ataupun dalam usaha
pemberitahuan kepada cabang-cabang perusahaan. Beberapa penerapan humas dalam
industri dan bisnis meliputi; hubungan dengan pelanggan dan peran humas
terhadap marketing yang pada akhirnya melahirkan peraturan marketing, hubungan
pemegang saham, hubungan dengan karyawan, hubungan dengan pers, bantuan untuk
merekrut pegawai baru, hubungan dengan komunitas, hubungan antar
perusahaan/organisasi lain, hubungan dengan pemerintahan (legeslatif dan
eksekutif).
Humas
Sosial
Adalah
humas yang dibentuk pada organisasi-organisasi sosial. Seperti :
i.
Humas
Penegak Hukum, humas yang berada dalam kepolisian. Penegak hukum perlu
mendengarkan dan tanggap terhadap kepentingan umum supaya mereka dapat membantu
masyarakat dengan baik.
ii.
Humas
Organisasi Keagamaan. Organisasi-organisasi keagamaan sekarang mulai menyadari
pentingnya media masa untuk mencapai para jamaah dari mempropagandakan
doktrin-doktrin mereka.
iii.
Humas
Profesi, humas yang berkaitan erat dengan profesi seseorang. Seperti profesi
kedokteran, profesi pengacara, profesi wartawan, profesi artis dan sebagainya.
iv.
Humas
Organisasi Sukarela
Ada
banyak organisasi sukarela, puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan, dan
kebanyakan mereka membutuhkan dana terus menerus. Sehingga dapat dikatakan
pencarian dana merupakan tujuan pokok dari organisasi ini, dana ini nantinya
untuk membiayai kerja sosial, kesejahteraan masyarakat, dan hal-hal lainnya.
Menerbitkan majalah internal, surat edaran, selebaran-selebaran, publikasi, kop
surat, dan sebagainya. Citra organisasi sosial sangat penting bagi kesuksesan
baik dalam menarik dana bantuan ataupun menjamin kerjasama dari para pekerja
sukarela. Disitulah perlunya organisasi sukarela memerlukan nasehat ahli humas
dan menggunakan pendekatan kehumasan.
Humas
Organisasi Internasional
Lahirnya
humas internasional disebabkan oleh adanya perubahan sangat cepat di dalam
segala bidang, misalnya perkembangan bidang pariwisata, bidang komunikasi,
transportasi, tukar menukar dibidang pendidikan seperti pertukaran dosen dan
mahasiswa, timbulnya masalah internasional, dalam bidang ekonomi, politik dan
sebagainya. Petugas humas akan di rekrut dari berbagai negara untuk menghindari
bias (penyimpangan). Media yang biasa digunakan adalah pers, film,
konferensi,study group, dan sebagainya. Jelas bahwa aktivitas humas tidak dapat
dibatasi oleh batasan-batasan Negara.
Pola
Komunikasi
Pola
komunikasi adalah bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam
proses pengriman dan penerimaan pesan yang mengaitkan dua komponen, yaitu
gambaran atau rencana yang meliputi langkah-langkah pada suatu aktifitas,
dengan komponen-komponen yang merupakan bagian penting atas terjadinya hubungan
komunikasi antar manusia atau kelompok dan organisasi. Pola komunikasi adalah
bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam proses mengkaitkan
dua komponen yaitu gambaran atau rencana yang menjadi langkah – langkah pada
suatu aktifitas dengan komponen – komponen yang merupakan bagian penting atas
terjadinya hubungan antar organisasi ataupun juga manusia
Selain
itu ada pula beberapa macam pola komunikasi yaitu :
a) Pola Komunikasi Primer
Pola
komunikasi primer merupakan suatu proses penyampaian oleh komunikator kepada
komunikan dengan menggunakan suatu simbol sebagai media atau saluran. Dalam
pola ini terbagi menjadi dua lambang verbal dan nirverbal. Lambang verbal yaitu
bahasa, yang paling sering digunakan karena bahasa mampu mengungkapkan pikiran
komunikator. Sedangkan lambang nirverbal yaitu lambang yang di gunakan dalam
berkomunikasi yang bukan bahasa, namun merupakan isyarat dengan menggunakan
anggota tubuh antara lain seperti : kepala, mata, bibir, tangan dan sebagainya.
b) Pola Komunikasi Sekunder
Pola
komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian oleh komunikator kepada
komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah
memakai lambang pada media pertama. Komunikator yang menggunakan media kedua
ini karena yang menjadi sasaran komunikasi yang jauh tempatnya, atau banyak
jumlahnya. Dalam proses komunikasi secara sekunder ini semakin lama akan semakin
efektif dan efisien, karena didukung oleh teknologi informasi yang semakin
canggih.
c) Pola Komunikasi Linear
Linear
di sini mengandung makna lurus yang berarti perjalanan dari satu titik ketitik
yang lain secara lurus, yang berarti penyampaian pesan oleh komunikator kepada
komunikan sebagai titik terminal. Jadi, dalam proses komunikasi ini biasanya
terjadi dalam komunikasi tatap muka (face to face), tetapi juga adakalanya
komunikasi bermedia. Dalam proses komunikasi ini, pesan yang disampaikan akan
efektif apabila ada perencanaan sebelum melaksanakan komunikasi.
d) Pola Komunikasi Sirkular
Sirkular
secara harfiah berati bulat, bundar, atau keliling. Dalam proses sirkular itu
terjadinya feedback atau umpan balik, yaitu terjadinya arus dari komunikan
kekomunikator, sebagai penentu utama keberhasilan komunikasi. Dalam pola
komunikasi seperti ini, proses komunikasi berjalan terus yaitu adanya umpan
balik antara komunikator dan komunikan.
Refrensi;
http://dylaaerchy.blogspot.co.id/2016/04/macam-macam-humas.html