Kampanye
adalah istilah yang sangat sering didengarkan oleh masyarakat kita, bahkan
dalam lingkungan masyarakat kata-kata kampanye sering digunakan untuk
kegiatan-kegiatan politik, kampanye pilkada,pilpres dan lain sebagainya. Namun pada
kesempatan kali ini penulis akan menjabar tentang kampanye diruang lingkup
public relation. Kampanye adalah suatu usaha usaha untuk mengenalkan suatu
program dari sebuah organisasi yang melibatkan segala aspek baik internal
maupun ekternal.
Definisi
objek kampanye PR
kampanye
PR dalam arti sempit bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak
sasaran (target audience) untuk merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi
atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atau
organisasi (corporate activities ) agar tecipta suatu kepercayaan dan citra
yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan
proses komunikasi dengan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan. Dalam arti
umum atau luas, kampanye PR tersebut memberikan penerangan terus-menerus serta
pengertian dan memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program
tertentu melalui proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan
terencana untuk mencapai publisitas dan citra yang positif (Ruslan 2002 :p.66)
Dalam
peranan atau praktik lapangan PR sehari-hari bahwa kampanye tersebut akan
berbeda dengan propaganda. Melakukan kampanye PR disini lebih menitikberatkan
untuk membangun suatu saling pengertian dan pemahaman (soft selling) melalui
persuasi dari khalayak sasaran. Sedangkan propaganda selain bertujuan untuk
mencari pengikut atau dukungan, juga untuk tujuan membangun suatu pengertian
dari khalayak sasaran, tetapi lebih menitikberatkan unsur “paksaan” (hard
selling) disamping melakukan persuasi. Keduanya sama aktivitasnya dalam
penyampaian pesan atau isu melalui proses berkomunikasi dengan menggunakan
media massa atau non media massa.
Kampanye
Humas biasanya dilakukan untuk berbagai tujuan, misalnya: mensosialisasikan
suatu program tertentu, baik yang bersifat sosial, pendidikan, politik, atau
pun yang berkaitan dengan misi khusus suatu organisasi. Namun, terlepas dari
apapun tujuannya, rangkaian kegiatan dalam kampanye kehumasan, harus melibatkan
berbagai tahapan berikut, yakni: analisis situasi, penetapan tujuan dan
khalayak, pemilihan media, penentuan anggaran dan pengukuran hasil.
a)
Menurut
pakar komunikasi, Rice & Paisley, dikatakan bahwa kampanye tersebut adalah
keinginan seseorang untuk mempengaruhi opini individu dan publik, kepercayaan
audiensi dengan daya tarik komunikator yang sekaligus komunikatif.
b)
William
Albig mendefinisikan komunikasi dalam berkampanye “merupakan proses pengoperan
lambang-lambang yang bernama antar individu. “Sesuatu lambang yang sama-sama
dimengerti” Pengoperasian pesan (message), tersebut berupa ide, pikiran dan
perasaan. Pikiran merupakan gagasan, info, pengetahuan, ilham, dan sebagainya,
sedangkan bias berupa perasaan bahagia, sedih, marah, bimbang dan lainnya.
(Ruslan : 2002, p.58)
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
beberapa rangkaian kampnye ;
Pertama, adalah
analisis situasi. Humas harus mampu mencermati apa masalah yang terjadi dalam
kehidupan publik. Misalnya kampanye ‘ketertiban berlalu lintas’, maka pada
tahap pertama harus dikemukakan berbagai masalah yang terjadi, berkenaan dengan
berbagai pelanggaran lalu lintas; apa penyebabnya dan akibat-akibat yang muncul
karena masalah itu. Langkah kedua, penetapan tujuan. Penetapan tujuan
kampanye sangat berkaitan dengan pemaparan masalah sehingga harus diarahkanuntuk
menjawab persoalan. Setelah menetapkan secara jelas tujuan, maka yangtidak
kalah penting adalah menegaskan, siapa yang akan menjadi sasaran darikampanye
itu. Karena itu, tahap ketiga dalam kegiatan kampanye adalah menetapkan
khalayak. Dalam contoh ketertiban berlalu-lintas, targetnya jelas, yakni pada
pihak yang memiliki kepentingan dengan lalu lintas: pengemudi, pemilik
kendaraan umum, polisi lalu lintas, para instruktur kursus mengemudi, penjual
mobil, pejalan kaki, dan sebagainya. Singkatnya adalah semua pihak yang
memiliki kepentingan dengan persoalan ini. Langkah keempat adalah
memilih media komunikasi atau penetapan strategi komunikasi kepada khalayak.
Humas bisa memilih media konvensional, media sosial atau berbagai jenis media
lainnya yang mampu menyebarkan informasi secara efektif kepada target khalayak.
Dengan demikian, informasi yang disajikan melalui media dimaksud dapat dipahami
dengan baik, dan bisa memberikan pemahaman pada khalayak.
Langkah kelima, penetapan
anggaran. Seberapa besar anggaran yang dikeluarkan sangat bertalian dengan
seluruh komponen kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Keenam adalah
pengukuran hasil. Proses kampanye kehumasan harus dievaluasi dengan menggunakan
berbagai cara: misalnya dengan melakukan survey singkat kepada khalayak,
melakukan wawancara terhadap pihak yang terlibat, melakukan observasi, atau
melalui interpretasi terhadap data statistik yang terkait dengan proses
kegiatan yang dilakukan. Melalui proses pelaksanaan kegiatan yang teratur dan
konsisten, maka kegiatan kampanye kehumasan itu bisa memberikan manfaat
maksimal.
Refrensi ;
https://ahmadrimba.wordpress.com/2010/04/24/konsep-kampanye-public-relations/
0 komentar:
Posting Komentar