Penentuan
Target PR
Dalam menentukan target, seorang PR
harus benar-benar memahami situasi dan kondisi baik internal maupun eksternal
dalam suatu organisasi atau perusahaannya. Namun untuk mencapai ketahap
penentuan target harus lah didasari dengan alsan- alasan yang kuat dan
pertimbangan yang sangat matang karena akan membawa dampak bagi organisasi dan
perusahaan tersebut.
Berikut alasan perencanaan program dalam penentuan target PR :
Ø Untuk menetapkan target-target operasi humas yang nantinya akan
menjadi tolak ukur atas segenap hasil yang diperoleh.
Ø Untuk memperhitungkan jumlah jam kerja dan berbagai biaya yang
diperlukan.
Ø Untuk menyusun skala prioritas guna menentukan:
v Jumlah program
v Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan segenap program humas yang
telah diprioritaskan itu
Ø Untuk menentukan kesiapan atau kelayakan pelaksanaan berbagai upaya
dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan jumlah dan kualitas:
v Personil yang ada
v Daya dukung dari berbagai peralatan fisik seperti alat-alat kantor,
mesin cetak, kamera, kendaraan, dan sebagainya
v Anggaran dana yang tersedia
Setelah memahami alasan-alasan dalam
penentuan target public relation, maka langkah selanjutnya ke proses penargetan
public relation. Target yang harus dicapai dan benar-benar dilaksanakan
haruslah bisa seimbang dengan ruang lingkup internal maupun ekternal.
Target utama public relation yang
baik dan benar yaitu ;
ü Membentuk goodwill (itikad baik)
ü Tolerance (toleransi)
ü Mutual simbyosis (saling menguntungkan)
ü Mutual confidence (saling mempercayai)
ü Mutual understanding ( saling pengertian)
Mutual
appreciation (saling menghargai)
Tujuan akhir dari target public relation
adalah memperoleh opini publik yang menguntungkan dan memperoleh citra dan
reputasi positif, atas dasar prinsip-prinsip hubungan yang baik.
Strategi PR
Pengertian
strategi public relations menurut Ahmad S. Adnanputra Presiden Institut Bisnis
dan Manajemen Jayakarta dalam (Ruslan, 2014, h.134) adalah Alternatif optional
yang dipilih untuk ditempuh guna mencapai tujuan public relations dalam
kerangka suatu rencana public relations (public relations plan).
Ahmad
S. Adnanputra dalam (Ruslan, 2014, h.133)
juga menambahkan bahwa arti strategi adalah bagian terpadu dari suatu
rencana (plan), sedangkan rencana merupakan produk dari suatu perencanaan
(planning), yang pada akhirnya perencanaan adalah salah satu fungsi dasar dari
proses manajemen.
Istilah
strategi management sering disebut pula rencana strategis atau rencana jangka
panjang perusahaan. Suatu rencana strategis perusahaan menetapkan garis garis
besar tindakan strategis yang akan diambil dalam kurun waktu tertentu kedepan.
Untuk member kontribusi kepada rencana kerja jangka panjang praktisi PR dapat
melakukan langkah langkah:
·
Menyampaikan
fakta dan opini baik yang beredar didalam maupun diluar perusahaan. Bahan bahan
itu dapat diperoleh dari kliping media massa dalam kurun waktu tertentu dengan
melakukan penelitian terhadap naskah naskah pidato pimpinan bahan yang dipublikasikan perusahaan, serta
melakukan wawancara tertentu dengan pihak pihak yang berkepentingan atau
dianggap penting.
·
Menelusuri
dokumen resmi perusahaan dan mempelajari perubahan yang terjadi secara
historis. Perubahan umumnya disertai dengan perubahan sikap perusahaan terhadap
publiknya atau sebaliknya
·
Melakukan
analisis SWOT (Strenght satau kekuatan, Weakness atau kelemahan, Opportunities
atau peluang dan Threats atau ancaman). Meski tidak perlu menganalisis hal hal
yang berada diluar jangkauannya, seorang praktisi PR perlu melakukan analisis
yang berbobot mengenai persepsi dari luar dan dalam perusahaan atas SWOT yang
dimiikinya. Misalnya menyangkut masa depan
industri yang ditekuninya citra yang dimiliki perusahaan, kultur yang
dimiliki serta potensi lain yang dimiliki perusahaan.
Kata strategi sendiri mempunyai pengertian yang
terkait dengan hal hal seperti kemenangan, kehidupan atau daya juang artinya
menyangkut dengan hal hal yang berkaitan dengan mampu atau tidaknya perusahaan
atau organisasi menghadapi tekanan yang muncul dari dalam atau dari luar. Kalau
dapat, ia akan terus hidup kalau tidak ia akan mati seketika.
Scott
M. Cutlip & Allen H. Center (Prentice-Hall, Inc. 1982:123) menyatakan bahwa
proses perencanaan program kerjanya melalui “proses empat tahapan atau
langkah-langkah pokok” yang menjadi landasan acuan untuk pelaksanaan program
kerja kehumasan adalah sebagai berikut :
·
Penelitian
dan mendengarkan (Research – Listening) Dalam tahap ini, penelitian yang
dilakukan berkaitan dengan opini, sikap dan reaksi dari mereka yang
berkepentingan dengan aksi dan kebijaksanaan-kebijaksanaan suatu organisasi.
Setelah itu bru dilakukan pengevaluasian fakta-fakta, dan informasi yang masuk
untuk menentukan keputusan berikutnya. Pada tahap ini akan ditetapkan suatu
fakta dan informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi,
yaitu What’s our problem (Apa yang menjadi problem/masalah kita).
·
Perencanaan
dan mengambil keputusan (Planning – Decision)
Dalam tahap ini sikap, opini, ide-ide, dan reaksi yang berkaitan
dengan kebijaksanaan serta penetapan program kerja organisasi yang sejalan
dengan kepentingan atau keinginan pihak yang berkepentingan mulai diberikan :
Here’s what we can do? (Apa yang dapat kita kerjakan).
·
Mengkomunikasikan
dan pelaksanaan (Communication – Action) Dalam tahap ini informasi yang
berkenaan dengan lankah-langkah yang akan dilakukan dijelaskan sehingga mampu
menimbulkan kesan-kesan yang secara efektif dapat mempengaruhi pihak-pihak yang
dianggap penting dan berpotensi untuk memberikan dukungan sepenuhnya: Here’s
what we did and why? (Apa yang talah kita lakukan dan mengapa begitu)
·
Mengevaluasi
(Evaluation) Pada tahapan ini, pihak public realations atau humas mengadakan
penilaian pada hasil-hasil dari program-program kerja atau aktivitas humas yang
telah dilaksanakan. Termasuk mengevaluasi keefektivitasan dari teknik-teknik
manajemen dan komunikasi yang telah dipergunakan : How did we do (Bagaimana
yang telah kita lakukan). (Ruslan, 2014:148-149)
Referensi :

0 komentar:
Posting Komentar