Rabu, 22 November 2017

Penentuan Target PR dan Strategi PR


Penentuan Target PR
Dalam menentukan target, seorang PR harus benar-benar memahami situasi dan kondisi baik internal maupun eksternal dalam suatu organisasi atau perusahaannya. Namun untuk mencapai ketahap penentuan target harus lah didasari dengan alsan- alasan yang kuat dan pertimbangan yang sangat matang karena akan membawa dampak bagi organisasi dan perusahaan tersebut.
Berikut alasan perencanaan program  dalam penentuan target PR :
Ø  Untuk menetapkan target-target operasi humas yang nantinya akan menjadi tolak ukur atas segenap hasil yang diperoleh.
Ø  Untuk memperhitungkan jumlah jam kerja dan berbagai biaya yang diperlukan.
Ø  Untuk menyusun skala prioritas guna menentukan:
v  Jumlah program
v  Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan segenap program humas yang telah diprioritaskan itu
Ø  Untuk menentukan kesiapan atau kelayakan pelaksanaan berbagai upaya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan jumlah dan kualitas:
v  Personil yang ada
v  Daya dukung dari berbagai peralatan fisik seperti alat-alat kantor, mesin cetak, kamera, kendaraan, dan sebagainya
v  Anggaran dana yang tersedia
Setelah memahami alasan-alasan dalam penentuan target public relation, maka langkah selanjutnya ke proses penargetan public relation. Target yang harus dicapai dan benar-benar dilaksanakan haruslah bisa seimbang dengan ruang lingkup internal maupun ekternal.
Target utama public relation yang baik dan benar yaitu ;
ü  Membentuk goodwill (itikad baik)
ü  Tolerance (toleransi)
ü  Mutual simbyosis (saling menguntungkan)
ü  Mutual confidence (saling mempercayai)
ü  Mutual understanding ( saling pengertian)
Mutual appreciation (saling menghargai)
Tujuan akhir dari target public relation adalah memperoleh opini publik yang menguntungkan dan memperoleh citra dan reputasi positif, atas dasar prinsip-prinsip hubungan yang baik.
Strategi PR
Pengertian strategi public relations menurut Ahmad S. Adnanputra Presiden Institut Bisnis dan Manajemen Jayakarta dalam (Ruslan, 2014, h.134) adalah Alternatif optional yang dipilih untuk ditempuh guna mencapai tujuan public relations dalam kerangka suatu rencana public relations (public relations plan).
Ahmad S. Adnanputra dalam (Ruslan, 2014, h.133)  juga menambahkan bahwa arti strategi adalah bagian terpadu dari suatu rencana (plan), sedangkan rencana merupakan produk dari suatu perencanaan (planning), yang pada akhirnya perencanaan adalah salah satu fungsi dasar dari proses manajemen.
Istilah strategi management sering disebut pula rencana strategis atau rencana jangka panjang perusahaan. Suatu rencana strategis perusahaan menetapkan garis garis besar tindakan strategis yang akan diambil dalam kurun waktu tertentu kedepan. Untuk member kontribusi kepada rencana kerja jangka panjang praktisi PR dapat melakukan langkah langkah:
·         Menyampaikan fakta dan opini baik yang beredar didalam maupun diluar perusahaan. Bahan bahan itu dapat diperoleh dari kliping media massa dalam kurun waktu tertentu dengan melakukan penelitian terhadap naskah naskah pidato pimpinan  bahan yang dipublikasikan perusahaan, serta melakukan wawancara tertentu dengan pihak pihak yang berkepentingan atau dianggap penting.
·         Menelusuri dokumen resmi perusahaan dan mempelajari perubahan yang terjadi secara historis. Perubahan umumnya disertai dengan perubahan sikap perusahaan terhadap publiknya atau sebaliknya
·         Melakukan analisis SWOT (Strenght satau kekuatan, Weakness atau kelemahan, Opportunities atau peluang dan Threats atau ancaman). Meski tidak perlu menganalisis hal hal yang berada diluar jangkauannya, seorang praktisi PR perlu melakukan analisis yang berbobot mengenai persepsi dari luar dan dalam perusahaan atas SWOT yang dimiikinya. Misalnya menyangkut masa depan  industri yang ditekuninya citra yang dimiliki perusahaan, kultur yang dimiliki serta potensi lain yang dimiliki perusahaan.
Kata strategi sendiri mempunyai pengertian yang terkait dengan hal hal seperti kemenangan, kehidupan atau daya juang artinya menyangkut dengan hal hal yang berkaitan dengan mampu atau tidaknya perusahaan atau organisasi menghadapi tekanan yang muncul dari dalam atau dari luar. Kalau dapat, ia akan terus hidup kalau tidak ia akan mati seketika.
Scott M. Cutlip & Allen H. Center (Prentice-Hall, Inc. 1982:123) menyatakan bahwa proses perencanaan program kerjanya melalui “proses empat tahapan atau langkah-langkah pokok” yang menjadi landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja kehumasan adalah sebagai  berikut :

·         Penelitian dan mendengarkan (Research – Listening) Dalam tahap ini, penelitian yang dilakukan berkaitan dengan opini, sikap dan reaksi dari mereka yang berkepentingan dengan aksi dan kebijaksanaan-kebijaksanaan suatu organisasi. Setelah itu bru dilakukan pengevaluasian fakta-fakta, dan informasi yang masuk untuk menentukan keputusan berikutnya. Pada tahap ini akan ditetapkan suatu fakta dan informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi, yaitu What’s our problem (Apa yang menjadi problem/masalah kita).
·         Perencanaan dan mengambil keputusan (Planning – Decision)
Dalam tahap ini sikap, opini, ide-ide, dan reaksi yang berkaitan dengan kebijaksanaan serta penetapan program kerja organisasi yang sejalan dengan kepentingan atau keinginan pihak yang berkepentingan mulai diberikan : Here’s what we can do? (Apa yang dapat kita kerjakan).

·         Mengkomunikasikan dan pelaksanaan (Communication – Action) Dalam tahap ini informasi yang berkenaan dengan lankah-langkah yang akan dilakukan dijelaskan sehingga mampu menimbulkan kesan-kesan yang secara efektif dapat mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan berpotensi untuk memberikan dukungan sepenuhnya: Here’s what we did and why? (Apa yang talah kita lakukan dan mengapa begitu)
·         Mengevaluasi (Evaluation) Pada tahapan ini, pihak public realations atau humas mengadakan penilaian pada hasil-hasil dari program-program kerja atau aktivitas humas yang telah dilaksanakan. Termasuk mengevaluasi keefektivitasan dari teknik-teknik manajemen dan komunikasi yang telah dipergunakan : How did we do (Bagaimana yang telah kita lakukan). (Ruslan, 2014:148-149)

Referensi :


0 komentar:

Posting Komentar