Berbicara mengenai public relation tentunya tak pernah lepas dari yang namanya ruang lingkup atau cakupan tentang kinerja atau tujuan dari PR tersebut. Ruang lingkuplah yang akan menjadi salah satu pacuan atau tujuan untuk mebina suatu hubungan kedalam suatu organisasi atau perusahaan. Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit sharing tentang ruang lingkup (scope) public relation. Ruang lingkup (scope) public relation menurut buku yang penulis kutip terdapat dua point penting yang harus benar-benar dilaksanakan oleh lembaga PR/Humas yaitu public internal dan public eksternal ;
Ruslan
(2010:22-23) menjabarkan adapun Ruang lingkup tugas Public Relations dalam
sebuah ornganisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas sebagai berikut :
a.
Membina hubungan ke dalam (publik internal)
Yang
dimaksud dengan publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari
unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Misalnya menbina hubungan
dengan para karyawan, pimpinan perusahaan dan para pemegang saham. Karana jika
suatu perusahaan berhasil membina hubungan dengan pihak internalnya baik maka
akan berdampak baik pula untuk kelancaran dalam pengoprasian suatu usaha
tersebut tanpa adanya simpang siur dengan pihak atasan maupun bawahannya. Contohnya
;
Ø Pimpinan: Memegang kendali agar perusahaan tetap kokoh
Ø Pemegam saham: Membantu
pimpinan dalam mengendalikan perusahaan
Ø Karyawan: Secara tidak
langsung dan langsung ikut serta mengendalikan perusahaan
Ø Peraalatan perusahaan;Kalau tidak ada peralatan,perusahaan tidak
dapat memproduksi produk
Ø Produk ; Merupakan bagian internal terpenting dalam suatu
perusahaan
Ø Gaji: Kalau gaji layak maka karyawan akan semakin giat untuk
memproduksi produk.
b.
Membina hubungan ke luar (publik eksternal)
Yang
dimaksud publik eksternal adalah publik umum (masyarakat). Mengusahakan
tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang
diwakilnya. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang
menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu
dijalankan oleh organisasi. Sebelum melakukan tahapan selanjutnya, tugas utama
seorang PR harus lah mempunyai kejelian atau insting yang kuat untuk bisa
benar-benar memahami situasi dn kondisi yang terjadi dalam masyarakat. Karena jika
tidak diperhatikan maka akan menimbulkan dampak yang sangat negatif bagi
perusahaan maupun organisasi yang sedang dijalankan. Dalam membuat kebijakan
harusalah mengtadakan survei atau observasi terlebih dahulu, agar masyarakat
bisa menerima kebijakan yang akan dijalankan nantinya dengan baik tanpa ada
sedikit kesalahfahaman antara pihak perusahaan ataupun dari masyarakatnya
sendiri. Masalah yang perlu dipecahkan dalam kegiatan external public relations
meliputi bagaimana memperluas pasar bagi produksinya, memperkenalkan
produksinya kepada masyarakat, mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari
publik maupun masyarakat, memelihara hubungan baik dengan pemerintah,
mengetahui sikap dan pendapat publik terhadap perusahaan, memelihara hubungan
baik dengan pers dan para opinion leader, memelihara hubungan baik dengan
publik dan para pemasok yang berhubungan dengan operasional perusahaan dan
mencapai rasa simpatik dan kepercayaan dari publik dalam masyarakat. Misalnya menjalin
hubungan dengan pihak komunitas, hubungan dengan pelanggan, dan hubungan dengan
pemerintah. Contohnya ;
Ø Mayarakat:Orang yang nantinya akan membantu kelancaran proses
distribusi bahkan bias saja sekaligus menjadi konsumennya.
Ø Konsumen:Pemakai produk dari suatu perusahaan.
Ø Internet:Bisa menaikkan jumlah pembelian produk dgn cara melakukan
penjualan online.
Ø Media: Bisa menaikkan penjualan dengan memasang iklan yg menarik di
media
Ø Pasar:Pasar yg strategis dan kondusif akan memudahkan
pendistribusian produk
Ø Bank: Tempat penyimpanan agar dana perusahaan ttp berputar
Ø Transportasi:Transportasi yang baik melancarkan proses distribusi
produk.
Ø Cuaca: Mempengaruhi pendisteribusian produk.
Menurut
Effendy (2006:107) publik sasaran dari kegiatan humas terbagi menjadi dua jenis
kelompok besar, yakni publik intern dan publik ekstern. Penjelasannya adalah
sebagai berikut :
·
Hubungan
dengan publik intern
Publik
intern sebagai sasaran humas terdiri atas orang-orang yang bergiat di dalam
organisasi (perusahaan, instansi, lembaga, badan, dan sebagainya) dan yang
secara fungsional mempunyai tugas dan pekerjaan serta hak dan kewajiban
tertentu.
·
Hubungan
dengan publik ekstern
Publik
ekstern sebagai sasaran kegiatan humas terdiri atas orang-orang atau
anggota-anggota masyarakat di luar organisasi, baik yang ada kaitannya dengan
organisasi maupun yang diharapkan atau diduga ada kaitannya dengan organisasi.
Jadi
kesimpulannya adalah dalam suatu organisasi atau perusahaan perlunya hubungan
antara pihak internal maupun pihak eksternal untuk menjaga kesetabilan dan
kelancaran perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Untuk menjadi seorang PR
haruslah jeli dan mempunyai insting yang kuat agar dapat membaur dan memahami
keadaan yang terjadi dalam lingkungan perusahaan maupun masyarakat.
Refrensi
;
http://strategikomunikasi.blogspot.co.id/2011/11/kegiatan-eksternal-dan-internal-public.html

0 komentar:
Posting Komentar