Selasa, 21 November 2017

Lingkup (scope) Public Relation
















Berbicara mengenai public relation tentunya tak pernah lepas dari yang namanya ruang lingkup atau cakupan tentang kinerja atau tujuan dari PR tersebut. Ruang lingkuplah yang akan menjadi salah satu pacuan atau tujuan untuk mebina suatu hubungan kedalam suatu organisasi atau perusahaan. Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit sharing tentang ruang lingkup (scope) public relation. Ruang lingkup (scope) public relation menurut buku yang penulis kutip terdapat dua point penting yang harus benar-benar dilaksanakan oleh lembaga PR/Humas yaitu public internal dan public eksternal ;
Ruslan (2010:22-23) menjabarkan adapun Ruang lingkup tugas Public Relations dalam sebuah ornganisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas sebagai berikut :
a. Membina hubungan ke dalam (publik internal)
Yang dimaksud dengan publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Misalnya menbina hubungan dengan para karyawan, pimpinan perusahaan dan para pemegang saham. Karana jika suatu perusahaan berhasil membina hubungan dengan pihak internalnya baik maka akan berdampak baik pula untuk kelancaran dalam pengoprasian suatu usaha tersebut tanpa adanya simpang siur dengan pihak atasan maupun bawahannya. Contohnya ;
Ø  Pimpinan: Memegang kendali agar perusahaan tetap kokoh
Ø  Pemegam saham:  Membantu pimpinan dalam mengendalikan perusahaan
Ø  Karyawan:  Secara tidak langsung dan langsung ikut serta mengendalikan perusahaan
Ø  Peraalatan perusahaan;Kalau tidak ada peralatan,perusahaan tidak dapat memproduksi produk
Ø  Produk ; Merupakan bagian internal terpenting dalam suatu perusahaan
Ø  Gaji: Kalau gaji layak maka karyawan akan semakin giat untuk memproduksi produk.

b. Membina hubungan ke luar (publik eksternal)
Yang dimaksud publik eksternal adalah publik umum (masyarakat). Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilnya. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi. Sebelum melakukan tahapan selanjutnya, tugas utama seorang PR harus lah mempunyai kejelian atau insting yang kuat untuk bisa benar-benar memahami situasi dn kondisi yang terjadi dalam masyarakat. Karena jika tidak diperhatikan maka akan menimbulkan dampak yang sangat negatif bagi perusahaan maupun organisasi yang sedang dijalankan. Dalam membuat kebijakan harusalah mengtadakan survei atau observasi terlebih dahulu, agar masyarakat bisa menerima kebijakan yang akan dijalankan nantinya dengan baik tanpa ada sedikit kesalahfahaman antara pihak perusahaan ataupun dari masyarakatnya sendiri. Masalah yang perlu dipecahkan dalam kegiatan external public relations meliputi bagaimana memperluas pasar bagi produksinya, memperkenalkan produksinya kepada masyarakat, mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari publik maupun masyarakat, memelihara hubungan baik dengan pemerintah, mengetahui sikap dan pendapat publik terhadap perusahaan, memelihara hubungan baik dengan pers dan para opinion leader, memelihara hubungan baik dengan publik dan para pemasok yang berhubungan dengan operasional perusahaan dan mencapai rasa simpatik dan kepercayaan dari publik dalam masyarakat. Misalnya menjalin hubungan dengan pihak komunitas, hubungan dengan pelanggan, dan hubungan dengan pemerintah. Contohnya ;
Ø  Mayarakat:Orang yang nantinya akan membantu kelancaran proses distribusi bahkan bias saja sekaligus menjadi konsumennya.
Ø  Konsumen:Pemakai produk dari suatu perusahaan.
Ø  Internet:Bisa menaikkan jumlah pembelian produk dgn cara melakukan penjualan online.
Ø  Media: Bisa menaikkan penjualan dengan memasang iklan yg menarik di media
Ø  Pasar:Pasar yg strategis dan kondusif akan memudahkan pendistribusian produk
Ø  Bank: Tempat penyimpanan agar dana perusahaan ttp berputar
Ø  Transportasi:Transportasi yang baik melancarkan proses distribusi produk.
Ø  Cuaca: Mempengaruhi pendisteribusian produk.
Menurut Effendy (2006:107) publik sasaran dari kegiatan humas terbagi menjadi dua jenis kelompok besar, yakni publik intern dan publik ekstern. Penjelasannya adalah sebagai berikut :
·         Hubungan dengan publik intern
Publik intern sebagai sasaran humas terdiri atas orang-orang yang bergiat di dalam organisasi (perusahaan, instansi, lembaga, badan, dan sebagainya) dan yang secara fungsional mempunyai tugas dan pekerjaan serta hak dan kewajiban tertentu.
·         Hubungan dengan publik ekstern
Publik ekstern sebagai sasaran kegiatan humas terdiri atas orang-orang atau anggota-anggota masyarakat di luar organisasi, baik yang ada kaitannya dengan organisasi maupun yang diharapkan atau diduga ada kaitannya dengan organisasi.
Jadi kesimpulannya adalah dalam suatu organisasi atau perusahaan perlunya hubungan antara pihak internal maupun pihak eksternal untuk menjaga kesetabilan dan kelancaran perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Untuk menjadi seorang PR haruslah jeli dan mempunyai insting yang kuat agar dapat membaur dan memahami keadaan yang terjadi dalam lingkungan perusahaan maupun masyarakat.
Refrensi ;

http://strategikomunikasi.blogspot.co.id/2011/11/kegiatan-eksternal-dan-internal-public.html

0 komentar:

Posting Komentar